HASIL UJI BAHAN
PAKAN
DAERAH BANDARLAMPUNG
OLEH
:
Febria
Wahyu Ningrum
Npm
15741032

PROGRAM
STUDI PRODUKSI TERNAK
JURUSAN
PETERNAKAN
POLITEKNIK
NEGERI LAMPUNG
2015
A. Tempat Asal Bahan
1. Kulit
kedelai

Kulit kedelai ini berasal dari tempat
pembuatan tempe di daerah Bandarlampung tepatnya di jalan Bukit Kemiling Permai
Gg. Waluh.
2. Kulit
singkong

Kulit singkong ini berasal dari tempat
pembuatan opak di daerah Bandarlampung tepatnya di jalan Bukit Kemiling Permai
Gg. Waluh.
3. Rumput
gajah


Rumput gajah ini terdapat di
Bandarlampung tepatnya di daerah Bukit Kemling Permai.
B. Alasan
1. Kulit
kedelai
Kedelai memiliki
kandungan protein yang tinggi, begitu pula dengan kulit ari kedelai. Kulit kedelai bisa diberikan langsung maupun
di olah terlebih daluhu karena kult kedelai memiliki palatabilitas yang tinggi.
2. Kulit
singkong
Kulit singkong hasil
pengupasan relatif mudah didapat meskipun tidak terlalu banyak, harga yang
relatif murah karena kulit singkong merupakan limbah yang biasanya hanya
dibuang. Kulit singkong juga memiliki karbohidrat yang tinggi sehingga dapat
mempercepat penggemukan hewan ternak.
3. Rumput
gajah
Tanaman jenis ini
sangat mudah untuk dikembang biakan dan memiliki kandungan nutrisi yang baik.
Biasanya para petani memberikan kepada ternak secara langsung karena palatabilitas
yang tinggi.
C. Ketersediaan bahan
1. Kulit
kedelai
Di daerah gg. Waluh
terdapat 4 rumah yang memproduksi tempe, setiap hari mereka selalu memproduksi
tempe. Rumah pertama memproduksi 25kg kedelai setiap harinya, rumah kedua
memproduksi 50kg kedelai setiap harinya, rumah ketiga memproduksi 70kg kedela
perharinya, dan rumah ke empat memproduksi 80kg kedelai perharinya.
2. Kulit
singkong
Pada musim hujan
produsen opak hanya bisa menghasilkan 15kg kulit singkong dalam 1hari. Tetapi
pada musim panas produsen opak bisa menghasilkan 30kg kult singkong dalam
1hari.
3. Rumput
gajah
Melimpah pada saat rumput
siap untuk dipanen.
D. Potensi Limbah
1. Kulit
kedelai
2. Kulit
singkong
E. Hasil pengujian Fisik, Kimia, dan
Biologis
1. Kulit
ari kedelai
·
Pengujian fisik (organoleptik)
Warna :
coklat muda
Tekstur :
agak kaku
Bau :
bau asam
·
Pengujian kimia (kadar air)
Kulit kedelai yang saya
uji masih dalam keadaan basah seteah dipisahkan dari kedelai, berikut ini hasil
uji kadar air yang telah saya lakukan dengan menggunakan mostotester:

Setelah dari mostotester:

Berat awal : 0,860 gram
Berat akhir : 0,140 gram
Kadar air : 83%
2. Kulit
singkong
·
Pengujian fisik (organoleptik)
Warna :
putih
Tekstur :
lembut
Bau :
tidak berbau, tetapi jika sudah lama berbau asam
·
Pengujian kimia (kadar air)


Kulit singkong yang saya uji belum
melewati proses penjemuran. Berikut ini hasil uji kadar air
Berat awal : 0,350 gram
Berat akhir : 0,074 gram
Kadar air : 76%
·
Pengujian biologis (kontaminan)
Terdapat kontaminan di kult singkong,
yaitu tanah
3. Rumput
gajah
·
Pengujian fisik (organoleptik)
Warna :
hijau
Tekstur :
kasar dan berbulu
Bau :
tidak berbau
·
Pengujian kimia (kadar air)

Berat awal : 0,312 gram
Berat akhir : 0,078 gram
Kadar air : 76%
F. Kandungan Antinutrisi
1. Kulit
ari kedelai
·
Asam sianida (HCN)
·
Alipoxidase ditemukan pada kulit
kedelai yang akan menurunkan vitamin A dengan cara merusak karoten.
2. Kulit
singkong
·
Asam sianida (HCN)
·
Konsentrasi glukosida sianogenik di kulit umbi bisa 5
sampai 10 kali lebih besar dari pada umbinya. Sifat racun pada biomass ketela
pohon (termasuk kulitnya umbinya) terjadi akibat terbebasnya HCN dari glukosida
sianogenik yang dikandungnya.
3. Rumput
gajah
Asam sianida (HCN) umumnya
terdapat pada rumput budidaya, misalnya rumput gajah, rumput benggala, rumput
setaria, dan rumput brachiaria. Level toksik HCN pada sapi dan kerbau 2,2 mg/kg
bobot badan, sedangkan pada kambing dan domba 2,4 mg/kg bobot badan. Cara
mengurangi pengaruh negatif HCN terhadap kesehatan ternak adalah dengan
menambah unsur sulfur (S) atau vitamin B-12.
G. Teknik Pengolahan
1. Kulit
ari kedelai
Kulit ari kedelai dapat
diberikan secara langsung pada hewan ternak sapi maupun dengan proses
pengolahan dikeringkan terlebih dahulu baru setelah itu dijadikan tepung kulit
ari kedelai baru setelah itu dicampur didalam ransum. Dalam proses pengeringan
dengan cara dijemur maka HCN akan hilang.
2. Kulit
singkong
Kulit singkong dapat
diberikan langsung kepada hewan ternak, tetapi jika diberikan langsung kulit
singkong ini masih mengandung antinutrisi yaitu HCN. Maka dari itu sebaiknya
kulit singkong dikeringan terlebih dahulu agar HCN hilang kemudian di giling
hingga menjadi tepung kulit singkong barulah setelah itu tepung kulit singkong
dapat diberikan kepada hewan ternak sapi dan kambing dengan cara dicampur
kedalam ransum. Sedangkan untuk unggas
dalam bentuk pelet.
3. Rumput
gajah
Rumput gajah memiliki
palatabilitas yang tinggi, untuk hewan ternak sapi dan kambing rumput gajah
dapat diberikan secara langsung dapat pula dijadikan silase. Sedangkan untuk
unggas harus dikeringkan terlebih dahulu dan diberikan dalam bentuk pelet
dengan presentase yang rendah.
H. Strategi Pengumpulan
1. Kulit
ari kedelai
Kulit ari kedelai dapat
diambil dari rumah ke rumah secara langsung, karena tempatnya yang saling
berdekatan serta dapat diambil pada jam yang sama.
2. Kulit
singkong
Kulit singkong dapat
diambil secara langsung berbarengan dengan pengambilan kulit ari kedelai karena
tempatnya yang berdekatan.
3. Rumput
gajah
Rumput gajah dapat
diambil secara langsung.
I. Nilai ekonomis bahan
1. Kulit
Ari Kedelai
·
Dalam sehari produsen tempe 1 mampu
menghabiskan kacang kedelai sebanyak 80 kg. Dari 80kg kacang kedelai
menghasilkan limbah kulit ari kedelai sebanyak 6kg-6,5kg berat basah. Dengan
kontrak sebesar Rp. 55.000,00/bulan dan menghasilkan 180kg kulit ari kedelai.
Dari keterangan tersebut nilai ekonomis kulit ari kedelai sebesar Rp.
55.000,00/180kg = Rp 305/kg
·
Dalam sehari produsen tempe 2 mampu
menghabiskan Kacang Kedelai sebanyak 70 Kg. Dari 70 Kg kacang kedelai tersebut
menghasilkan limbah kulit Ari Kedelai sebanyak 5 Kg berat basah. Dengan kontrak
sebesar Rp. 50.000,00/Bulan dan menghasilkan 150 Kg kulit ari kedelai. Dari
keterangan tersebut nilai ekonomis kulit ari kedelai sebesar Rp. 50.000,00/150
Kg = Rp. 333/Kg
·
Dalam sehari produsen tempe 3 mampu
menghabiskan kacang kedelai sebanyak 50kg. Dari 50 Kg kacang kedelai tersebut
menghasilkan limbah kulit Ari Kedelai sebanyak 3,5 Kg berat basah. Dengan
kontrak sebesar Rp. 30.000,00/Bulan dan menghasilkan 105 Kg kulit ari kedelai.
Dari keterangan tersebut nilai ekonomis kulit ari kedelai sebesar Rp.
30.000,00/105 Kg = Rp. 285/Kg
·
Dalam sehari produsen tempe 4 mampu
menghabiskan kacang kedelai sebanyak 25kg. Dari 25 Kg kacang kedelai tersebut
menghasilkan limbah kulit Ari Kedelai sebanyak 1,5kg-2kg Kg berat basah. Dengan
kontrak sebesar Rp. 15.000,00/Bulan dan menghasilkan 60 Kg kulit ari kedelai.
Dari keterangan tersebut nilai ekonomis kulit ari kedelai sebesar Rp.
15.000,00/60 Kg = Rp. 250/Kg
J.
Dapat
digunakan untuk ternak
1. Kulit
ari kedelai
Kulit ari kedelai dapat
digunakan sebagai bahan pakan sapi, kambing maupun unggas. Tetapi jika akan
diberikan ke unggas maka harus berbentuk pelet.
2. Kulit
singkong
Kulit singkong dapat
diberikan pada sapi, kambing maupun unggas. Tetapi jika akan diberikan ke
unggas maka harus berbentuk pelet.
3. Rumput
gajah
Rumput gajah dapat
diberikan pada hewan ternak sapi, kambing maupun unggas.
K.
Simpulan
Dari
hasil pengujian serta pengamatan yang telah saya lakukan dapat disimpulkan
bahwa bahan pakan disekitar lingkungan cukup melimpah, namun kurangnya ilmu
pengetahuan menyebabkan bahan pakan tersebut hanya menjadi limbah, karena belum
dapat diolah menjadi pakan untuk ternak.
Lucky Club Casino Site - LuckyClub.live
BalasHapusLucky luckyclub Club Casino - Home | Lazy Club Casino, Lazy Club Casino | Lucky Club Casino, Lazy Club Casino | Lucky Club Casino, Lazy Club Casino, Lazy Club